gooooo

Sabtu, 12 Februari 2011

Harmoni dari Ciliwung


- ... O ya Allah/Ya Rabbi/Junjungan kami/ Terima sujud/Sembah kami/Bebaskanlah kami/Dari segala tirani/… O ya Allah/Ya Rabbi/Harapan kami/Kurindukan gaib-Mu/Jadikan mata-Mu/Mata kami/Nafas kami/Hidup kami....
Lagu ”Senandung Ciliwung” mengiringi kegiatan harian di Sanggar Ciliwung di bantaran Sungai Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta. Sejak tiga tahun lalu, fasilitas di situ sudah lebih tertata. ”Dari tahun 2000 sebenarnya sudah ada program kesehatan. Relawan dokter rajin datang ke sini, ” ujar Mbak Atik (59).
Ia menunjukkan ruang periksa dokter umum, dokter gigi lengkap dengan peralatannya, dan ruang obat. Dokter umum datang tiga kali seminggu dan dokter gigi dua kali seminggu. Biayanya dengan sistem jimpitan.
”Kalau punya Rp 1.000, ya itu yang dikasih, termasuk obat,” kata Mbak Atik. Fasilitas itu sangat membantu karena meski ada program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dari pemerintah, tak semua warga miskin punya hak atas bantuan itu.
Organisme
Seperti organisme, warga dan wilayah itu berkembang bersama sanggar, yang dibangun bersama para relawan kemanusiaan pascareformasi tahun 1999, menjadi komunitas merdeka dari segala stigma. Ruang di rumah setengah permanen itu adalah ruang belajar dalam arti luas melalui kegiatan bersama.
”Dulu, saya buat pekerjaan rumah di sini, belajar komputer, buat perpustakaan, sebelum sanggar jadi seperti ini. Lalu saya mengajar juga,” ujar Yanti (28), kini koordinator kesehatan. ”Anak yang kecil belajar dari yang lebih besar. Kalau sudah lebih besar, ia mengajar adik-adiknya yang lebih kecil, begitu seterusnya.”
Di tempat itu, setiap anak adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. ”Alam raya ini adalah sekolah yang ilmunya tak pernah habis,” ujar Sandyawan Sumardi, pekerja kemanusiaan yang sejak awal tinggal dan mendampingi komunitas itu.
Bahkan, Risma, remaja dengan segala keterbatasannya, sekarang bisa membantu orangtua, menyanyi, dan mengasuh anak-anak di sanggar. Kehadirannya memberi kesempatan bagi orang lain untuk belajar dari keterbatasan Risma. Ini hanya satu contoh bagaimana kepekaan tumbuh menjadi toleransi yang jujur dan kesadaran akan kesalingan.
Pak Yusuf, mantan ketua RT, yang sudah 23 tahun bermukim di situ, menyaksikan banyak perubahan 12 tahun terakhir. ”Dulu orang takut ke sini karena dianggap tempat penjahat dan preman. Kini, sejak ada sanggar, bukan cuma RT kami, RT 08, yang bergerak di sini, tetapi RT 06 dan RT 07 juga bergabung bersama. Kami gotong royong bikin penghijauan,” ujar Pak Yusuf.
Merebut martabat
Pandangan bahwa komunitas seperti itu hanya menengadahkan tangan, menunggu bantuan, dipatahkan oleh banyak kerja konkret. Warga ”pinggiran” yang selalu menjadi subyek pemarjinalan itu aktif memberi bantuan kemanusiaan, di antaranya kepada korban bom di Jakarta dan di Bali, buruh migran di Nunukan, serta korban gempa dan tsunami di Aceh.
Warga yang berpengalaman membuat dapur umum sejak tahun 2000 memberi bantuan tenaga dan materi yang dihimpun dari setiap keluarga. Mereka juga melakukan advokasi dan mendampingi korban konflik etnis Madura-Dayak di Sampit.
Sebagai warga pinggir sungai, mereka belajar mengenali lingkungannya, termasuk perilaku dan nadi sungai. Seorang warga menuturkan, waktu banjir sampai tujuh meter, mereka membentuk tim SAR dan dengan empat perahu karet ikut membantu evakuasi warga di 32 titik banjir.
Ruang sisa—berupa harga diri dan harkat hidup—menjadi penuh dengan kegiatan yang saling mengisi. Upaya produktif dan kultural telah menahan pembodohan, pemiskinan, dan ketidakpastian yang dihadapi sehari-hari
Warga terus menghidupi komunitasnya tanpa bantuan pemerintah. Termasuk pemberdayaan ekonomi melalui pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah, penataan lingkungan, dan pendidikan tata ruang. Ivanna, relawan arsitek, mengajak warga melihat masalah dan potensi di situ dengan membuat perencanaan kampung.
”Ini bisa menjadi daya tawar karena ada program normalisasi sungai tahun 2011-2014. Kali Ciliwung termasuk,” ujar Ivana.
Usaha bersama produk jahit yang mendapat bantuan dari The Body Shop, budidaya jamur, seni kriya, kompos, dan menghidupkan kembali koperasi adalah mimpi yang sedang dirintis. ”Cita-cita kami adalah punya counter di pusat-pusat perbelanjaan dan ekspor,” ujar Gofur (26), Koordinator Usaha Bersama.
Iman sosial
Seni budaya yang menjadi wadah ekspresi warga dibangun oleh kelompok-kelompok pengamen jalanan sejak awal tahun 2000-an. Kini Sanggar Ciliwung memiliki seperangkat gamelan, gitar bermutu, dan musik perkusi. Semua merupakan hadiah berbagai lomba yang dimenangi mereka.
Pada tahun 2007, anak-anak bantaran Ciliwung menyelenggarakan Festival Budaya Anak Pinggiran Ciliwung Merdeka, melibatkan 2.150 anak dari 39 komunitas anak ”pinggiran” se-Jabotabek. Bulan Desember 2010, Komunitas Bantaran Sungai Warga Bukit Duri dan Kampung Pulo menyelenggarakan Festival Gerakan Budaya ”Ciliwung Larung”. Juli mendatang mereka diundang pentas di Jerman.
”Dengan kegiatan sehari-hari, kami menumbuhkan solidaritas pada kemanusiaan yang tak bersekat,” ujar Nizar. Oleh karena itu, ”Kami sangat prihatin dengan tindak kekerasan kepada mereka yang dianggap berbeda,” sambung Moh Zaki (20).
Banyak perbuatan baik dilakukan warga tanpa diumumkan. ”Tidak perlu pamer,” ujar Gofur. ”Tidak perlu juga orang tahu kita shalat karena iman itu urusan diri kita dengan Sang Pencipta.”
Kerja nyata kelompok-kelompok masyarakat untuk mengurai persoalan sehari-hari di lingkungan mereka tanpa bendera agama perlu dipandang sebagai cermin pendalaman agama.
”Indikator dakwah semestinya lebih diukur pada pendalaman nilai dan praktik keagamaan yang tecermin dalam kerja untuk sesama dalam masyarakat yang berbineka,” ujar Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan yang diminta komentarnya tentang upaya rakyat membangun kerukunan.
Iman berdimensi sosial itu terwujud dalam karya nyata di bantaran Kali Ciliwung. ”Komunitas ini adalah gambaran nyata harmoni antara iman dan dimensi sosial,” ujar Sidik Rahmat, mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam yang beberapa kali mengunjungi komunitas itu.

FPI Ancam Gulingkan SBY


Front Pembela Islam (FPI) menilai pernyataan tegas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai pembubaran ormas anarkis tak bermutu. FPI bahkan mengancam akan menggulingkan Presiden seperti Ben Ali di Tunisia, jika terus melanjutkan pernyataannya.
"Kalau dia terus mengembuskan pembubaran ormas, maka umat dan ormas Islam sangat siap untuk mem-Ben Ali-kan SBY karena ternyata dia lebih memilih berada di pihak yang bhatil," kata Ketua Bidang Advokasi FPI Munarman kepada Kompas.com, Jumat (11/2/2011).
Munarman menilai pernyataan tersebut sebagai pernyataan yang paling tidak bermutu dari seorang presiden, karena titik persoalan yang melatarbelakangi insiden di Cikeusik Pandeglang, Banten, justru ada di kubu Ahmadiyah. "Jaka sembung naik ojek, nggak nyambung jek. Masalahnya ada di Ahmadiyah yang melanggar UU, kok ormas yang jadi sasaran," tambahnya.
Menurutnya pula, Presiden hanya memanipulasi Hari Pers Nasional, 9 Februari lalu, dengan melontarkan pernyataan tersebut agar memperoleh dukungan pers. Munarman menilai dukungan ini diperlukan Presiden untuk menaikkan kembali rating-nya di lembaga survei yang akhir-akhir ini terus menurun.
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden memerintahkan aparat penegak hukum mencari jalan secara sah dan legal untuk membubarkan organisasi massa perusuh ataupun kerumunan massa pembuat kerusuhan. Sebab, demokrasi bukanlah hutan rimba, tetapi harus ada aturan mainnya.
”Jaga kerukunan antarumat beragama. Jika ada kelompok atau organisasi resmi yang selama ini terus melakukan aksi kekerasan yang tak hanya meresahkan masyarakat luas, tetapi nyata-nyata banyak menimbulkan korban, penegak hukum agar mencarikan jalan yang sah atau legal, jika perlu dilakukan pembubaran atau pelarangan,” kata Presiden pada peringatan Hari Pers Nasional Ke-65 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu lalu.

Segala Kerepotan Berbuah Penundaan

Segala kerepotan menghadapi sidang perdana terdakwa teroris, Abu Bakar Ba'asyir, Kamis (10/2/2011), harus dibayar dengan penundaan sidang. Tak hanya pihak-pihak berperkara baik pengadilan, kejaksaan, dan pihak terdakwa, tetapi masyarakat ikut kerepotan.
Kerepotan sudah terjadi sejak kemarin. Penambahan berbagai fasilitas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terus dilakukan hingga semalam. Belasan kamera CCTV, tiga televisi besar ukuran 50 inci, dan fasilitas lain dipasang di pengadilan. Kompleks pengadilan pun disterilkan sejak semalam.
Tak hanya fasilitas yang diperbaiki, pengamanan ekstra dilakukan. Tak tanggung-tanggung, sekitar 2.000 personel dikerahkan kepolisian untuk berjaga di dalam dan luar pengadilan ditambah kendaraan taktis jenis barracuda. Semua pengunjung harus melewati dua kali pemeriksaan barang bawaan.
Masyarakat ikut kerepotan menghadapi sidang yang sedianya membacakan dakwaan jaksa penuntut umum. Kemacetan luar biasa terjadi di sekitar Jalan Ampera. Seperti pagi tadi, kemacetan terjadi mulai dari Jembatan Layang TB Simatupang. Sepeda motor memerlukan waktu sekitar 50 menit untuk sampai Ampera. Padahal, biasanya hanya sekitar 15 menit. Entah berapa lama waktu untuk kendaraan roda empat.
"Udah macet-macetan, sidang ditunda. Masalahnya sepele lagi," keluh salah seorang wartawati. Seperti diketahui, sidang ditunda setelah protes pihak Ba'asyir lantaran surat panggilan pengadilan telat diberikan. Seharusnya surat diterima tiga hari menjelang sidang sesuai Pasal 146 Ayat 1 KUHAP. Namun, surat baru diterima dua hari menjelang sidang.
Semoga, pihak-pihak terkait serius melaksanakan seluruh prosedur persidangan agar tak mengganggu jalannya sidang ke depan dan mempercepat rampungnya persidangan.

Dugaan Suap MK KPK: Belum Cukup Bukti Tipikor MK



Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi mengatakan saat ini belum bisa dipastikan kasus dugaan suap yang melibatkan JR Saragih dan Mahkamah Konstitusi termasuk dalam tindak pidana korupsi (tipikor). Hal ini karena belum cukup bukti yang didapat KPK untuk mengembangkan arah kasus tersebut ke tindak pidana korupsi.
"Yang sedang diselidiki KPK ada dua hal, pertama laporan investigasi Refly Harun, di mana ada dugaan pemerasan dan laporan MK adanya percobaan penyuapan. Nah, kita periksa dua-duanya. Belum ada bukti yang cukup adanya dugaan tipikor di MK. Sampai saat ini masih terus mengumpulkan bukti," ungkap Johan Budi saat konferensi pers di KPK, Jumat (11/02/2011).
Johan juga menanggapi sidang kode etik Mahkamah Konstitusi. Ia mengatakan, sidang tersebut merupakan aturan internal dalam Mahkamah Konstitusi (MK). Oleh karena itu, tidak ada hubungannya dengan KPK. "Kode etik itu kan hakim di MK. Tidak berhubungan dengan KPK. Kami kan ranahnya hukum. KPK belum memastikan adanya tipikor," imbuhnya.
KPK, lanjut Johan, sedang mendalami tahap pemeriksaan sejumlah pihak untuk menggali adanya dugaan percobaan suap atau dugaan pemerasan.
Kemungkinan KPK juga akan memanggil hakim konstitusi, Akil Mochtar, untuk dimintai keterangan. "Mungkin keterangan bukan dari data sidang, tetapi keterangan-keterangan siapa pun yang kita anggap mengetahui informasi. Pak Akil bisa memberikan info tambahan," kata Johan.

Sepatu Cibayudut Bisa "Go International"



Pemerintah mengakui hasil industri sepatu di kawasan Cibaduyut Kota Bandung memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar internasional.
"Saya yakin, ke depan industri sepatu lokal ini bisa masuk ke mana-mana termasuk ekspor," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Bandung, Sabtu (12/1/2011).
Mari Elka mengatakan, jika hasil industri sepatu di Cibaduyut ingin diterima di pasar internasional, perlu dilakukan peningkatan standardisasi dan kualitas produknya. "(Mutu) harus terus kita tingkatkan sehingga bisa bersaing dengan produk lain," katanya seusai berkunjung ke sentra sepatu Cibaduyut, Kota Bandung.
Menurut dia, industri sepatu di Cibaduyut saat ini memang sudah berkembang pesat. Oleh karena itu, peningkatan standardisasi kualitas dan mutu produksi penting dilakukan para pelaku industri sepatu Cibaduyut.
Akan tetapi, kata Mari Elka, peningkatan kualitas dan mutu sepatu tentunya akan menguras biaya produksi. Artinya, dengan biaya produksi yang sangat tinggi secara otomatis harga jualnya pun akan tinggi. "Menurut saya, murah belum tentu kualitasnya baik untuk bisa bertahan lama ataupun kenyamanan pakainya. Maka kami harapkan, para pelaku industri bisa meningkatkan standar kualitasnya. Tapi, tentunya dengan harga yang masih bisa dijangkau masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, potensi pasar sepatu lokal saat ini sangat berpeluang besar jika diiringi dengan kualitas yang sangat andal. Pihaknya mencontohkan, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 230 juta orang berarti ada peluang pasar sebanyak itu pula, tetapi ini tentunya harus dilakukan dengan kampanye menggunakan produk lokal.
"Jika kualitasnya baik, saya kira masyarakat kita akan tertarik dengan produk lokal. Ini akan terus kita kampanyekan. Bahkan, saat ini saya sudah menggagas di kantor saya untuk mewajibkan dalam seminggu sekali menggunakan sepatu produk dalam negeri," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pelaku industri sepatu Cibaduyut, H Dede, menyatakan kalau saat ini dirinya masih kekurangan tenaga ahli yang bisa meningkatkan kualitas produksinya.
Namun disisi lain, dia meyakinkan jika bahan baku sepatu Cibaduyut sangat baik dengan khas kulitnya. "Kalau persoalan bahan kita memang selalu menggunakan kulit bagus, tetapi untuk tenaga ahli desain kita masih kekurangan. Karena itu, saya berharap pemerintah menyediakan pelatihan untuk para pekerja kita agar memiliki wawasan luas tentang cara mendesain sepatu," kata H Dede.
Dirinya berharap, pemerintah juga membuka akses masuknya hak sepatu yang memiliki kualitas bagus karena hak sepatu yang saat ini masuk mayoritas memiliki standar nomor dua.

Aljazair Demonstran: Presiden Aljazair Mundur



Sekitar 200 orang pada Sabtu (12/2/2011) berdemonstrasi di jalan-jalan Montreal bersama menyerukan pengunduran diri Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika di ujung pemberontakan di Tunisia dan Mesir.
"Kami ingin mengakhiri diktator Bouteflika dan rezimnya digantikan oleh demokrasi," kata Zehira Houfani, penulis dan wartawan independen.
Para pengunjuk rasa termasuk orang-orang Tunisia dan Mesir dalam pawai yang berakhir di depan konsulat Aljazair itu.
Mereka meneriakkan, "tak ada korupsi", "jangan menyerah", dengan membawa tanda-tanda yang berbunyi: "Penyalahgunaan + korupsi revolusi".
Aksi demo tersebut bertepatan dengan demonstrasi di ibu kota Aljazair pada Sabtu, ketika 2.000 demonstran unjuk rasa di alun-alun pusat Algiers.
"Kami sudah rapat sebelumnya, tetapi kali ini semua orang menyerukan demokrasi seperti yang telah kita lihat di Mesir dan di Tunisia," kata Houfani.
Houfani, seorang Aljazair berumur 59 tahun, datang ke Kanada 15 tahun lalu, secara resmi mengajukan tuntutan kelompoknya agar Bouteflika mengundurlan diri pada konsul Aljazair beberapa hari lalu.
"Kami akan mengikuti apa yang terjadi di Aljazair. Mereka (pengunjuk rasa di Aljazair) termotivasi dan kami ingin mendukung mereka sampai akhir," katanya.

Unjukrasa Mubarak Jatuh, Iran Larang Unjuk Rasa


Iran akan menolak permintaan izin bagi unjuk rasa oposisi reformis untuk mendukung revolusi yang telah menjatuhkan presiden Mesir Hosni Mubarak.
"Rakyat sepenuhnya menyadari ketidakabsahan permintaan mereka dan mereka tahu mereka tidak akan mendapat izin untuk melakukan keributan," kata Mehdi Alikhani-Sadr, wakil direktur biro politik Kementerian dalam Negeri, sebagaimana dikutip kantor berita setengah resmi Fars.
Sangat tidak mungkin pemerintah akan mengizinkan unjuk rasa yang diorganisasi oleh kelompok yang mereka anggap sebagai penghasut.
Mehdi Karoubi dan Mir Hossein Mousavi, yang kalah dalam pemilihan presiden 2009 yang diperselisihkan, telah meminta izin untuk melakukan demonstrasi guna mendukung revolusi di Mesir dan Tunisia.
Teheran mengatakan, revolusi Mesir sebagai kebangkitan Islam sama dengan revolusi Iran 1979.
Ribuan orang Jumat menandai ulang tahun ke-32 revolusi itu dalam unjuk rasa di Teheran yang diadakan oleh badan ulama Iran sebagai unjuk solidaritas dengan demonstran Islam di Kairo.
Sebagian besar kelompok oposisi di Mesir menekankan sifat sekuler pada protes mereka.
Pada Juni 2009, terjadi demonstrasi massa di Teheran terhadap kepemimpinan Iran, menyusul terpilihnya kembali Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
Gerakan tersebut sesudah itu ditumpas, tetapi para pengkritik pemerintah melihat kejadian di Kairo sebagai kemungkinan pendorong bagi bangkitnya kembali demonstrasi di Iran.

PAKISTAN Tangkap Musharraf!

 
 
Pengadilan antiterorisme Pakistan, Sabtu 12/2/2011 mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap mantan Presiden Pervez Musharraf

Berlusconi Berbugil dengan Gadis Belia?

Para pengacara Silvio Berlusconi mengajukan tuntutan hukum atas investigasi yang diduga telah menemukan foto-foto Perdana Menteri Italia itu tengah bugil ditemani para perempuan muda.

Foto-foto itu diduga diambil oleh satu atau lebih gadis penari yang menghadiri acara yang disebut "pesta bunga-bunga" yang digelar Berlusconi di rumah mewahnya di luar Milan. Sebuah harian Italia melaporkan, keberadaan foto-foto itu telah mendorong perang penawaran antara majalah-majalah dan agensi-agensi foto dengan harga penawaran awal sebesar 1 juta euro.

Tim hukum Berlusconi, sebagaimana dilansir Telegraph, Senin (7/2/2011), mengatakan bahwa foto-foto itu, jika memang benar-benar ada, "akan merupakan foto palsu, foto-foto yang dimanipulasi, foto montase". Meski demikian, mereka tetap mengajukan pengaduan kepada pihak kehakiman dan pengawas privasi Italia sebagai pencegahan terhadap kemungkinan publikasi atas foto-foto itu.

Para penyidik menyita sejumlah komputer dan telepon seluler dari para perempuan muda yang diduga simpanan Berlusconi (74 tahun) di sebuah kompleks apartemen kelas atas di Milan. Para penyelidik memeriksa perangkat untuk melihat apakah perangkat itu berisi gambar video rumah Berlusconi, Vila San Martino.

Jaksa di Milan diperkirakan akan memanggil Berlusconi pada Senin atau Selasa untuk suatu proses pengadilan terkait dengan tuduhan bahwa ia membayar El-Mahroug untuk seks. El-Mahroug, diduga seorang pelacur yang masih belum cukup umur, dikenal sebagai Ruby the Heart Stealer. Berlusconi juga dituduh telah menyalahgunakan kekuasaannya dengan mencoba membebaskan gadis itu dari tahanan polisi terkait dengan tuduhan pencurian. Berlusconi , yang peringkat partainya masih lebih tinggi ketimbang partai oposisi, membantah telah melakukan kesalahan.

Pada Sabtu, para intelektual sayap kiri Italia yang mencapai ribuan orang melakukan aksi unjuk rasa di Milan untuk menuntut pengunduran diri Berlusconi. "Kami di sini untuk membela kehormatan Italia, untuk mengingatkan dunia bahwa tidak semua orang Italia sama," kata Umberto Eco, penulis kenamaan Italia antara lain lewat bukunya The Name of the Rose, yang berada di antara para pengunjuk rasa.

Juru bicara Berlusconi mengklaim, taipan itu telah menjadi korban peradilan Italia yang bias dan media sejak dia masuk politik. "Orang-orang terus memilih kami karena mereka tahu bahwa kami tetap menjaga negara ini selamat dari krisis ekonomi terburuk di dunia sejak tahun 1929," kata juru bicara itu.

Selasa, 01 Februari 2011

Calon Lawan Chris John Masih Dibicarakan



Semarang (ANTARA) - Calon lawan pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA, Chris John, pada pertarungan perebutan gelar ke-14 kali masih tahap pembicaraan.
"Semuanya masih dalam tahap pembicaraan dan mudah-mudahan dalam pekan ini sudah bisa diketahui dan kami akan mengumumkannya melalui konferensi pers," kata Chris John ketika dihubungi dari Semarang, Selasa.
Ketika ditanya soal kemungkinan melawan petinju Kuba, Yuriorkis Gamboa atau petinju Australia, Billy Dib, Chris John yang sudah 13 kali mempertahankan gelarnya tersebut, mengatakan, masih dalam pembicaraan.
Berdasarkan peringkat yang dikeluarkan WBA pada Desember 2010, Yuriorkis Gamboa adalah juara unifikasi WBA. Pemegang gelar juara dunia adalah Jonathan Barros (Argentina).
Billy Dib yang berasal dari Australia adalah penantang peringkat ke-12 kelas bulu WBA, peringkat satu ditempati petinju Panama, Calestino Caballero.
Bahkan, ketika ditanya soal waktu pertarungan sekitar Maret 2011, Chris John yang juga petinju dengan julukan The Dragon tersebut terkesan enggan menyebutkan.
"Nanti saja kalau sudah ada kepastian konferensi persnya," katanya.
Istri Chris John, Anna Maria Megawati, mengaku, hingga saat ini dirinya juga belum tahu petinju yang akan menjadi lawan suaminya pada pertarungan mendatang.
"Setahu saya memang belum ada, tetapi saya tidak tahu kepastiannya karena manajemen akan mengumumkan lawan suaminya di Jakarta," kata Anna yang mantan atlet wushu Jawa Tengah tersebut.
Tetapi, kata ibu dua orang putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani) tersebut, saat ini suaminya di Jakarta, setelah beberapa waktu berlatih di Sasana Herry`s Gym Perth, Australia.
Rencananya, kata dia, dirinya akan ke Jakarta, Rabu (2/2), kemudian kembali ke Semarang dan Minggu (6/2) bersama anaknya berangkat ke Australia.

Liedson Tinggalkan Sporting untuk Bergabung dengan Corinthians

Liedson Tinggalkan Sporting untuk Bergabung dengan Corinthians

Lisabon (ANTARA/AFP) - Pemain internasional Portugal kelahiran Brazil, Liedson, keluar dari Sporting untuk bergabung dengan Corinthians di Sao Paulo dengan transfer sebesar 2,1juta euro, demikian diumumkan klub Lisabon itu, Senin.
Pemain berusia 32 tahun itu bergabung dengan Sporting sejak 2003 dan mendapat kewarganegaraan Portugal pada 2009, sehingga membolehkannya bermain bagi negara yang mengadopsinya itu pada tim Piala Dunia tahun lalu di Afrika Selatan.

Oknum PSSI Dituding Atur Laga Final Piala AFF

Dugaan adanya oknum PSSI yang "mengatur" pertandingan dalam Final Piala AFF antara Indonesia melawan Malaysia kembali menyeruak ke permukaan Senin, (31/1), menyusul aduan Eli Cohen melalui surat elektronik kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Surat yang dikirim pada Ahad (30/1) itu menyebutkan adanya kejanggalan terkait hasil akhir laga yang akhirnya mandek dengan skor 3-0 untuk Malaysia. Kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Itu, menurutnya, merupakan permainan atau skandal suap yang dilakukan Bandar Judi Malaysia dengan petinggi penting PSSI.
"Dengan kekalahan tim Indonesia baik Bandar judi maupun dua oknum PSSI meraup untung puluhan miliar rupiah," ujar Eli yang mengaku pegawai Ditjen Pajak itu.
Untuk melancarkan operasi, dua pengurus PSSI sempat masuk ke ruang ganti pemain dan memberikan instruksi skenario busuk kepada oknum pemain yang akhirnya berulah hingga menjatuhkan mental seluruh skuad. Selain itu, gangguan sinar laser dalam laga tersebut disinyalir bagian dari skenario guna menutupi skenario tersebut.
Eli juga mengadukan kasus suap itu ke Menteri Pemuda dan Olahraga, Ketua KPK, Ketua DPR, dan Ketua KONI.

Ariel divonis 3.5 tahun penjara


Sidang Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Senin (31/01/2011) akhirnya menjatuhkan vonis kepada tersangka Nazriel Irhan atau Ariel dengan hukuman 3 tahun enam bulan (1,5 tahun), dan denda Rp250 juta.
Ketua Majelis Hakim, Singgih Budi Prakoso yang terlebih dulu membacakan fakta-fakta persidangan menilai vokalis Peterpan itu terbukti bersalah.
Ariel terbukti melanggar tiga pasal yakni Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat 1 UU No44 Tahun 2008 tentang Pornografi Jo Pasal 56 ke-2 KUHP, kemudian pasal 27 ayat 1 Jo Pasal 45 ayat 1 UU No11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 56 ke-2 KUHP dan pasal 282 ayat 1 Jo Pasal 56 ke-2 KUHP.
"Menjatuhkan hukuman penjara selama 3 tahun 6 bulan, dan denda Rp250 juta," ungkap Ketua majelis Hakim Singgih Budi Prakoso saat membacakan putusan.
Sementara Ariel sendiri nampak tertunduk lemas saat Ketua Majelis Hakim membacakan tuntutan. Padahal sebelumnya pacar Luna Maya itu yakin akan bebas, karena memang para saksi tidak ada yang bisa membuktikan kalau dirinya terlibat penyebaran.
Vonis ini jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang mendakwa Ariel dengan hukuman penjara lima tahun tiga bulan.
Majelis Hakim memberikan waktu tujuh hari kepada terdakwa setelah vonis ditetapkan, untuk melakukan banding atau tidak atas amar putusan tersebut.

Lihat foto Ariel Peterpan jalani sidang putusan di PN Bandung